Monday, February 16, 2009

Reza: Aturan SSP

SSP = Sersan - Senyum - Positive Thinking.



SERSAN (Serius tapi Santai) >> "Lahan Subur"
Mempercepat daya serap dan daya tangkap karena kita berada di jalur Frekuensi ALPHA (8 s/d 13 Hertz), sehingga tercipta optimalisasi pemahaman.

SENYUM >> "Pupuk Unggul"
Artinya menyiapkan stamina, mengendalikan emosi dan mengasah jiwa untuk menerima hal-hal baru dan berbeda.

POSITIVE THINKING >> "Air Jernih"
Lihatlah dan Pikirkan selalu sisi yang baik atau positif, sehingga kita benar-benar akan memperoleh "Real Insight".

Additional:

1. SERSAN (Serius tapi Santai)
Aturan pertama adalah serius tapi santai. Serius artinya kita bersungguh-sungguh (fokus) dan tidak sedang main-main atau iseng dalam melakukan sesuatu. Sekalipun sungguh-sungguh dan tidak main-main, bukan berarti urat syaraf harus tegang atau dahi berkerut. Hadapi segalanya dengan perasaan rileks/ santai. Dalam kondisi rileks atau santai, kita tengah mengaktifkan system limbic dengan efektif. Menurut para ahli di bidang Psycho-neurology inilah yang dinamakan frekuensi Alpha, dimana akses dan pemahaman terhadap informasi jauh lebih cepat dan mudah. Ibarat bertani, aturan pertama ini merupakan lahannya. Bibit yang berkualitas jika ditanam di lahan subur akan berbuah lebat.

2. SENYUM (Smile)
Ketika kita tersenyum, ada sebuah kekuatan yang luar biasa muncul dari dalam diri kita. Tersenyum artinya kita siap menerima kehadiran suatu pengetahuan dengan lapang hati. Tersenyum artinya kita siap berinteraksi untuk sebuah perubahan. Tersenyum juga berarti kita akan bersahabat dengan segala hal yang dapat memperbaiki kualitas hidup. Bagaikan sebuah pupuk yang siap ditebarkan untuk melipatgandakan panen 'Benih Pengetahuan'. Suatu buku motivasi (misal: Real Battle for Success.red) penuh berisi benih-benih unggul yang mampu mengubah kita untuk memiliki motivasi tinggi, yang tercermin pada kata POP:
- Positif Mentalnya.
- Optimis Cara pandangnya.
- Percaya Diri sikapnya.

3. POSITIVE THINKING
Berfikir positif berarti kita memusatkan pikiran pada satu titik yaitu manfaat. Ciptakan sebuah harapan yang baik, yang akan kita peroleh setelah melakukan hal yang positif (misal setelah membaca buku motivasi.red). Katakan dalam hati bahwa kita pasti akan memperolehnya. Maka kita benar-benar akan memperoleh seperti apa yang kita inginkan. Bayangkan tanaman kita berbuah sangat lebat dan ranum. Tidak ada buah yang busuk sama sekali, karena pikiran negatif telah kita buang jauh-jauh. Yang ada hanya pikiran positif, bagai kucuran air bersih yang siap menyirami benih potensi yang ada dalam diri kita.

==***

No comments:

Post a Comment