Monday, December 19, 2011

Motivasi dan Berfikir Positif

Dalam segala tindakan, MOTIVASI memegang peranan esensial dalam mencapai suatu keberhasilan. Motivasi yang kuat dan benar akan menghasilkan ikhtiar yang optimal sehingga pasti diperoleh hasil yang optimal pula.

Motivasi yang kuat tidak akan ada tanpa POSITIF THINKING atau berpikir positif tentang hukum-hukum yang mengatur gerak kehidupan ini/ hukum sebab akibat. Kebutuhan untuk mempercayai dunia yang adil ada dalam sentral “Positive Thinking”.

Kita harus mempercayai akan hal tersebut, yaitu setiap orang memperoleh apa yang layak diperolehnya. Orang yang berusaha pasti akan memperoleh ganjaran atas apa yang diusahakannya. Sistem hukum alam atau lebih jelas lagi Tuhan-lah yang telah menetapkan sitem hukum alam tersebut dan yang memastikannya.

Membangkitkan motivasi diri yang kuat dan wawasan-wawasan yang memperkuat positive thinking, merupakan langkah yang terpenting yang harus dilakukan siapapun juga.

Pengukuran kualitas motivasi dapat dilakukan dengan memberikan pemisalan pada diri sendiri jika suatu tujuan yang diidam-idamkan tidak tercapai. Misalnya, dapat kita renungi kemungkinan-kemungkinan penyebab kegagalan dalam mengukir prestasi hidup tersebut.

Selanjutnya, kita akan dapat memprediksikan dan merasakan seberapa kuat motivasi kita untuk berusaha lagi. Kelemahan motivasi mungkin disebabkan oleh “Negative Thinking” tentang kemampuan diri sendiri ataupun tentang mekanisme gerak kehidupan (hukum alam).

Jika kita memiliki konsep diri yang negatif, seperti “Saya Bodoh”, Kemampuan saya pas-pasan”, “Mana mungkin saya berprestasi di dalam hidup ini?”, dan sebaginya, maka semestinya kita berusaha membangkitkan konsep diri yang positif pada diri kita. “Jika saya berpikir bahwa saya bisa, maka saya bisa!”. Penekanan filosofi seperti ini dengan berbagai contoh pengalaman akan sangat membantu kita membangun konsep diri yang positif.

Paham menyerah pada nasib (fatalisme) mempunyai akar yang dalam bagi banyak orang untuk membenarkan kegagalan dan kelemahannya. Menyandarkan kesalahan dan kelemahan pada takdir, seperti yang terungkap dalam pernyataan bahwa “Saya pada dasarnya bodoh”, “Saya tidak mampu”, dan lain-lain merupakan sumber negatif yang cukup berdampak.

Kita harus memerangi ide-ide seperti itu jika ada pada dari kita. Esensi positive thinking adalah memandang segala sesuatu dari sisi pandang kebaikannya.

  • Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan kemampuannya pada suatu saat bukan sebagi suatu “kebodohan yang menimbulkan berbagai kesialan”; tapi ia memandangnya sebagai suatu tantangan yang amat nikmat untuk diatasi. Orang yang berpikir positif akan memandang betapa sulitnya berprestasi sebagi suatu kenikamatan perjuangan dan harapan.

  • Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan ekonominya sebagai suatu sarana untuk hidup sederhana dan karena kesederhanaan itu ia akan mencapai kebahagiaan yang diinginkan.

  • Orang yang berpikir positif akan memandang “jika aku berpikir bisa, maka aku bisa”. Jika suatu saat ia gagal untuk memperoleh prestasi yang maksimal, ia akan berusaha terus menerus tanpa kenal lelah sehingga ia bisa mencapai prestasi tersebut.

  • Orang yang berpikir postif akan memandang semua hal dari segi kebaikannya sehingga dunia yang terwujud benar-benar akan dipenuhi kebaikan.

  • Bagi orang-orang religius yang meyakini ke-Esaan Tuhan, ke-Maha Sempurnaan Tuhan yang menjadi sebab satu-satunya bagi semua peristiwa di alam ini, merupakan dalil terjelas yang membuktikan keharusan berpikir positif dalam segala hal. ***

===***

10 Kiat Menjadi Seorang Pribadi yang Disukai

Betapa berharganya nasehat orang-orang yang bijak.
Betapa tinggi nilainya pengalaman orang-orang yang sukses dalam hidup.
Betapa mahalnya pelajaran dari para ahli yang professional dibidang hubungan sosial.

Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah
harga diri. Begitu pentingnya harga diri, sehingga tidak sedikit orang yang berani mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga dirinya.

Untuk menjadi pribadi yang disukai, kita harus terus belajar 'memuaskan harga diri' orang lain. Karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, lebih berprestasi, dan lebih bersahabat.

1. ROYALLAH DALAM MEMBERI PUJIAN. Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau kita selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, kita berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus. Pujian yang tulus keluar dari hati dengan tujuan menghargainya, menyenangkan hatinya, dan mendorong semangatnya.

2. MEMBUAT ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTING. Kita tunjukkan dengan sikap dan ucapan bahwa kita menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, meminta maaf atas keterlambatan atau kesalahan kita, menepati janji, bersikap ramah, dsb.


3. MENJADI PENDENGAR YANG BAIK. Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan, dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Kita dengarkan apa yang diucapkannya dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.

4. BERUSAHA UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR. Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, kita tanyakan bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya 'William', Wiliam, atau Wilhem? Ketika bicara, kita sebut namanya sesering mungkin. Menyebut nama “Andre” lebih baik dibandingkan mengatakan “Anda”. Pak Peter lebih enak kedenarannya daripada sekedar Bapak. Begitupun Irma lebih suka disebut namanya daripada dipanggil Mbak.

5. BERSIKAP RAMAH. Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat kita. Keramahan memecahkan kebekuan dan kekakuan suasana.

6. BERMURAH HATI. Kita tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, “Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri”. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain. Orang yang murah hati lebih mudah diterima dan dihargai dibandingkan orang yang egois dan pelit.

7. MENGHINDARI KEBIASAAN MENGKRITIK, MENCELA, ATAU MENGANGGAP REMEH. Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat.

8. BERSIKAP ASERTIF. Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkara “Ya”, tetapi orang yang bisa berkata “Tidak” bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat kita berseberangan dengan orang lain. Kita tidak harus menyesuaikan diri dengan orang lain. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menumbuhkan sikap pengertian. Bagaimanapun, sikap asertif selalu lebih dihargai dibandingkan sikap “Yes-Man”.

9. BERBUAT SESUAI dengan APA YANG KITA INGIN ORANG LAIN PERBUAT KEPADA KITA. Perlakuan apapun yang kita inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Kita harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misanya, bila kita ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila kita ingin dihargai, mulailah mengharagai orang lain. Memang tidak mudah, namun itulah harga yang harus dibayar untuk menjadi pribadi yang disukai.

10. CINTAILAH DIRI SENDIRI. Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin kita menyukai diri sendiri, semakin mudah kita menyukai orang lain, maka semakin besar peluang kita untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, kita akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada saat yang sama tanpa disadari kita memancarkan pesona pribadi yang bisa membuat orang lain menyukai kita. ***azis.

***

10 Langkah Bijak untuk Menjadi Bahagia

Semua orang ingin bahagia. Namun seringkali kebahagiaan itu seperti seekor kupu-kupu indah yang sulit untuk ditangkap. Padahal, kebahagiaan itu berada begitu dekat dengan diri kita masing-masing.
Berikut ini merupakan tips 10 langkah bijak untuk menjadi bahagia.



  1. MENIKMATI HIDUP YANG SEDANG KITA JALANI. Orang-orang bijak mengatakan bahwa: "Hidup ini adalah suatu perjalanan yang harus dinikmati. Dan saat untuk menikmatinya adalah saat ini, bukan kemaren atau esok. Masa lalu telah menjadi sejarah, dan masa depan masih suatu misteri, sedangkan saat ini adalah suatu karunia. Saat inilah yang betul-betul kita miliki dan sedang kita jalani. Hanya apabila kita bisa menghargai dan menikmatinya, maka hidup kita (insAllah) akan menjadi saat-saat yang membahagiakan". ............................................................................................................................................................
  2. MEMBUAT HIDUP INI RINGAN. Setiap pagi, tatkala bangun tidur, kita panjatkan syukur kita kepada Allah swt. untuk hari yang baru. Jangan sampai kita memulai hari dengan keluhan, agar sisa hari yang kita jalani tidak kelabu. Kita hadapi setiap tugas rutin dengan hati yang senang. Menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi dengan hati yang lapang. Kita usahakan semaksimal mungkin untuk melakukan kegiatan yang dapat menyenangkan hati. Malam hari, menjelang tidur, kita tinggalkan semua beban pikiran dan menikmati se-optimal mungkin waktu istirahat kita agar esok tatkala bangun pagi, kita dapati diri kita dengan tubuh dan pikiran yang segar. Wajib kita tanamkan dalam diri kita, bahwa "Hidup ini ringan jika kita membuatnya ringan, namun sebaliknya... hidup ini berat jika kita membuatnya berat". .........................................................................................................................................................
  3. MEMELIHARA KESEHATAN PRIBADI. Kesehatan adalah asset yang sangat berharga untuk meraih kebahagiaan. Dapat kita bayangkan, betapa sulitnya seseorang merasa bahagia ketika suatu penyakit menghinggapi dirinya, misalnya ketika kita sakit gigi atau ketika terkena serangan reumatik. Maka dari itu, wajib bagi kita merawat tubuh kita sendiri (kalau bukan diri kita sendiri, siapa lagi?). Kita jaga kesehatan tubuh kita, diantaranya dengan makan makanan bergizi, beristirahat secukupnya dan berolahraga secara teratur. .............................................................................................................................................................
  4. MENSYUKURI APA YANG KITA MILIKI. Kalau kita sadar dan mau jujur, banyak sekali yang bisa kita syukuri dalam hidup ini. Semakin mudah kita mensyukurinya, semakin dekat kita dengan kebahagaiaan. Satu hal yang harus kita ingat, bahwa "KE-TIDAKPUAS-AN terhadap apa yang TIDAK KITA MILIKI adalah sumber ketidakbahagiaan". ..............................................................................................................................................................
  5. SAYANG TERHADAP DIRI SENDIRI. Kita terima segala kekurangan dan ketidak-sempurnaan kita tanpa kemarahan dan kebencian. Kita maafkan diri kita setiap kali kita sadar telah melakukan suatu kesalahan. Kita beri hadiah atau imbalan setiap kali kita meraih keberhasilan sekecil apapun. Selain hal tersebut, wajib bagi kita berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik kepada diri sendiri. ..............................................................................................................................................................
  6. BERJIWA BESAR. Tidak ada gunanya kita memendam kemarahan, kebencian, dan iri hati. Semua itu hanya membebani diri dengan perasaan negative yang tidak menyenangkan. Patutlah bagi kita untuk selalu belajar dan berusaha untuk memaafkan kesalahan orang lain, mengerti perasaan orang lain, mentolerir kelemahan orang lain, dan menghargai prinsip orang lain yang berbeda dengan diri kita. ..............................................................................................................................................................
  7. BERSAHABAT. Meskipun tidak semua orang dapat menjadi sahabat, namun kita perlu memilki beberapa orang sahabat dekat. Sahabat dapat membantu pertumbuhan kepribadian, sahabat bisa menjadi tempat untuk berbagi, bercermin, dan belajar. Persahabatan yang sejati akan menciptakan nuansa-nuansa kebahagiaan dalam hidup kita. ...............................................................................................................................................................
  8. MEMBUAT ORANG LAIN MERASA BAHAGIA. Ulurkan tangan kepada orang yang memerlukan bantuan kita, menjadi pendengar yang baik ketika orang lain mencurahkan isi hatinya, menghibur orang yang sedang dilanda kesusahan, dlsb. Semua kebaikan yang kita perbuat akan memperkaya hidup kita dengan pengalaman-pegalaman yang membahagiakan. Harus kita ingat, bahwa “Kebahagiaan datang pada saat kita tidak mengejarnya untuk diri sendiri, melainkan pada saat kita berbagi dengan orang lain". .....................................................................................................................................................
  9. BERSIKAP OPTIMIS. Ketika kita menghadapi masalah besar atau krisis, kita dapat memilih untuk tetap bersikap optimis. Kita harus memiliki keyakinan bahwa badai pasti berlalu, keadaan akan menjadi lebih baik, persoalan akan terselesaikan. Kita bisa melihat kesukaran bukan sebagai batu sandungan yang menjatuhkan, tapi sebagai batu loncatan yang bisa membuat kita naik atau sebagai ujian yang bisa membuat kita lebih bijak. “Optimisme bagaikan nyala api yang menemani kita berjalan di kegelapan malam”. .......................................................................................................................................................
  10. PERCAYA DAN BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH SWT. Bila kita mempercayai Tuhan sebagai sumber kebahagiaan, maka kita serahkan hidup dan seluruh beban kita kepad-NYA. Selalu berusaha membuatNYA 'Tersenyum' dengan mentaati-NYA. Semakin harmonis hubungan kita dengan Allah swt., maka semakin harmonis hubungan kita dengan diri sendiri, sehingga (insAllah) semakin mudah bagi kita untuk meraih kebahagiaan. ......................................................................................................................................................***

===***

Menjadi Pribadi yang Berfikiran Maju

Dimanapun posisi dan bagaimanapun keadaan kita sekarang ini, kita bisa memilih untuk melangkah maju ke depan.

Berhentilah berjalan ditempat dan pantang berjalan mundur ke belakang.

Saatnya mulai menjadi PRIBADI YANG BERFIKIRAN MAJU dan melangkah ke depan dengan penuh keyakinan.





  1. Berikanlah lebih daripada apa yang diinginkan oleh orang lain. Ini adalah rahasia sukses yang biasa dipraktekkan dibidang bisnis dan hasilnya cukup efektif bila diterapkan dalam kehidupan sosial. Misalnya, kalau sahabat kita punya acara dan mengundang kita datang, tidak ada salahnya kita tanyakan apa yang bisa kita Bantu. Kita pikirkan hal-hal apa saja yang bisa kita berikan sebagai “bonus”. Yang penting kita lihat situasi dan orang yang kita hadapi supaya tidak menimbulkan kesan mengada-ada. ....................................................................................................................................................
  2. Berusaha semaksimal mungkin untuk menepati janji, sesulit apapun kendala yang kita hadapi. Ketika kita betul-betul tidak bisa memenuhi janji kita, kita perlu meminta maat dan menjelaskan alasannya. Ingatlah bahwa kebiasaan menepati janji adalah sifat menonjol dari seorang pribadi yang bisa diandalkan. Sebaliknya, kebiasaan mengingkari janji menunjukkan karakter yang lemah. Sebaiknya hindari kebiasaan mengobral janji dan berprinsiplah bahwa janji adalah hutang yang harus dibayar. ........................................................................................................................................
  3. Bertanggungjawablah. Melarikan diri dari tanggung jawab adalah kebiasaan yang kekanak-kanakan. Anak kecil biasanya secara spontan mencari alasan untuk menghindari tanggun jawab, namun orang dewasa seharusnya berani menerima tnaggung jawab. Orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan suka melemparkan tanggun jawab kepada orang lain biasanya tidak berhasil dalam hidupnya. ...........................................................................................................................................
  4. Berpikirlah besar. Terlalu banyak masalah-masalah kecil yang tidak berarti yang bisa menguras energi dan perhatian kita. kita perlu memilahnya mana yang perlu dipikirkan dan mana yang tidak perlu ditanggapi. Fokuskan pikiran kita pada hal-hal yang penting dan berarti. Ingatlah bahwa masih banyak sekali hal yang perlu dipikirkan dan ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas hidup kita masing-masing. .......................................................................................................................................
  5. Bekerjasamalah dengan orang lain. Ingatlah selalu bahwa untuk sukes dalam bidang apapun, kita memerlukan orang lain. Dan kemampuan bekerjasa dengan orang lain dapat membantu mengantarkan kita ke jenjang keberhasilan dengan lebih mulus. ...........................................................................................................................................
  6. Pergunakanlah waktu dengan baik. Isilah hari-hari kita dengan kegiatan yang berguna dan menyenangkan. Kebiasaan menghabur-hamburkan waktu bisa merusak harga diri karena membuat kita merasa tidak berguna. Ingatlah selalu bahwa waktu adalah asset hidup yang sangat berharga yang dapat kita pergunakan secara maksimal untuk keberhasilan dan kebahagiaan hidup kita. ............................................................................................................................................
  7. Jadilah Professional. Kuasailah bidang pekerjaan apapun yang kita tekuni. Kerjakanlah tugas dan kewajiban kita masing-masing sebaik mungkin. Pikirkanlah bagaimana cara melakukannya dengan benar dan efisien. Hindari sikap ceroboh dan kebisaan bekerja seperti robot, karena itu akan menjadi kebiasaan buruk yang merugikan diri kita sendiri. .................................................................................................................................................
  8. Milikilah Nilai tambah. Tingkatkan terus kualitas kita supaya kita mempuyai daya saing yang tinggi, sehingga kita akan lebih mudah meraih apa yang kita inginkan dalam hidupmu. ...................................................................................................................................................
  9. Milikilah tujuan yang pasti. Kita perlu mengerahkan prikiran dan segala upaya kearah tujuan-tujuan yang pasti, supaya bisa mencapai hasil yang optimal. Tanpa tujuan yang pasti, kita akan kehilangan banyak waktu dan tenaga dengan sia-sia. .................................................................................................................................................
  10. Beranilah menghadapi tantangan-tantangn yang menghadang. Ingatlah, bahwa semakin banyak tantangan yang kita lalui, semakin banyak yang bisa kita raih. Anggaplah tantangan sebagai instruktur fitness bagi jiwa kita. Latihan yang terus-menerus akan membuat kita menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting. .................................................................................................................
===***

Mengubah Nasib

Kalau kita merasa bernasib kurang baik, sering mengalami kegagalan dan kemalangan….
Kalau kita merasa hidup seperti dalam belenggu, sehingga tidak bisa melakukan apa yang seharusnya kita lakukan…

inilah saatnya untuk
MENGUBAH NASIB KITA!

  1. Percayalah bahwa kita punya potensi untuk mengubah atau meperbaiki nasib kita. Dalam setiap agama diajarkan bahwa Tuhan akan membantu umat-Nya mengubah nasib kalau mereka mau berusaha mengubahnya. Masalahnya apakah kita mau dengan sungguh-sungguh memperbaiki nasib kita atau tidak. Sekedar merenungi dan menyesali nasib yang kurang baik tidak akan membuat perubahan apa-apa. Begitupun hanya berharap dan bermimpi keadaan akan berubah, mungkin hanya akan menambah rasa frustasi. ............................................................................................................................................
  2. Sadarilah, bahwa banyak nasib buruk yang kita alami sebenarnya akibat dari perubuatan kita sendiri. Seperti kata pepatan yang sangat terkenal, KEBIASAAN menentukan SIFAT, SIFAT menentukan KARAKTER, dan KARAKTER menentukan NASIB. Mungkin saja nasib buruk yang kita alami adalah akibat kecerobohan, kemalasan, sifar keras kepala, tidak jujur, mudah tersinggung, dsb. ..............................................................................................................................................
  3. Ingatlah selalu bahwa yang terpenting bukan “MENGAPA NASIBKU SEBURUK INI?”, tetapi “APA YANG DAPAT KUPERBUAT UNTUK MEMPERBAIKI NASIBKU?”. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi. Jangan mencari kambing hitam untuk disalahkan sebagai penyebab nasib buruk kita. Tidak ada gunanya menyalahkan situasi dan orang lain, karena semuanya bersumber dari dalan diri kita sendiri. ................................................................................................................................................
  4. Kenalilah dengan jelas dan terperinci nasib buruk yang ingin kita ubah, dan apa yang kita inginkan. Mungkin, suatu misal, selama ini prestasi kerja kita sangat payah dan kita ingin lebih berprestasi. Mungkin selama ini kita mengalami krisis ekonomi yang parah dan ingin lebih sejahtera secara finansial. Mungkin juga, selama ini kondisi tubuh kita sangat buruk dan kita ingin hidup lebih sehat dan bugar. Mungkin selama ini kita merasa frustasi karena selalu mengalami kegagalan dan ingin meraih keberhasilan. Mungkin selama ini kita tertekan oleh perasaan minder dan ingin menjadi peracaya diri. Maka, saatnya kini, kita berusaha untuk meninggalkan “NASIB BURUK” yang memasung hidup kita, yang membuat kita tidak bisa mensyukuri hidup, yang membuat kita merasa terbelenggu dan tidak bebas mengekspresikan diri. ...................................................................................................................................................
  5. Tulislah langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan. Kita mulai dari langkah-langkah mudah yang bisa segera kita lakukan. Misalnya, menemui orang yang tepat untuk menceritakan masalah kita, mulai berolahraga, mulai mengatakan hal-hal yang positif pada diri sendiri, dsb. Kalau sudah berhasil melakukan langkah-langkah sederhana, kita tingkatkan pada langkah-langkah yang lebih sulit dan lebih penting. ...................................................................................................................................................
  6. Setelah mengetahui apa yang ingin kita ubah dan sudah menetapkan apa yang akan kita lakukan, selanjutnya kita bulatkan tekad utuk mulai memperbaikinya. Kita kerahkan segala daya dan potensi kita untuk medobrak tembok-tembok nasib buruk yang memenjarakan diri kita selama ini. ....................................................................................................................................................
  7. Mintalah bantuan sahabat, keluarga, atau siapapun yang kita percayai untuk memantau perkembangan dan memotivasi diri kita untuk terus maju. Jangan takut bersikap terbuka kepada orang-orang yang bisa membantu kita. ......................................................................................................................................................
  8. Sementara kita berusaha mengubah nasib dengan berbagai upaya yang sudah direncanakan, tetaplah fokus pada tujuan akhir. Jangan biarkan kekecewaan atau hambatan apapun merubah tujuan kita tersebut. Maju terus pantang mundur. Perubahan yang akan terjadi sangat bergantung pada keseriusan perjuangan dan daya tahan kita sendiri. ....................................................................................................................................................
  9. Perubahan nasib adalah suatu proses yang seringkali terasa lambat dan tidak tampak. Bila kita bisa meikmati semua usaha kita, maka kita bisa mensyukuri setiap perubahan sekecil apapun, sehingga tanpa kita sadari lambat laun nasib kita betul-betul sudah berubah. Kita tidak lagi sama, sebab ketika nasib kita berubah, hidup kita-pun juga berubah. ..................................................................................................................................................
  10. Serahkanlah semua usaha dan perjuangan kita kepada Tuhan melalui doa. Berdoalah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keyakinan kita masing-masing. Ingatlah bahwa kita hanya melakukan apa yang harus kita lakukan sebagai masusia, tetapi selebihnya kita berserah diri kepada Tuhan melakukan kehendak-Nya untuk kita. ......................................................................................................................................................
===***

Belajar di Sekolah Kehidupan

MAU SUKSES DALAM HIDUP??
BELAJARLAH DI SEKOLAH KEHIDUPAN

Seorang bijak pernah menulis, bahwa "semakin banyak yang kita pelajari, semakin kita sadar betapa sedikit yang kita ketahui".

Begitu banyak pelajaran penting yang bisa kita kuasai di SEKOLAH KEHIDUPAN. Semakin banyak yang kita pelajari dan praktekkan, maka semakin 'kaya' hidup kita.




  1. Belajar Tentang Diri Sendiri. Ini adalah pelajaran dasar yang sangat menentukan kualitas hidup dan masa depan kita. Kenali diri kita masing-masing sebaik mungkin, termasuk kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Jangan sampai kita bermimpi jadi penyanyi, padahal kita punya potensi menjadi atlet olah raga professional. Sayang sekali kalau kita kuliah di jurasan bahasa, padahal kita punya bakat unuk menjadi pengacara handal, dsb. ................................................................................
  2. Belajar Menjadi Diri Sendiri. Berbekal pengetahuan tentang diri sendiri, kita kembangkan potensi diri dan berani menampilkan jati diri kita. Tidak perlu bersusah payah menjadi seperti orang lain yang kita kagumi dan tidak perlu minder melihat orang lain yang lebih hebat. Kita manfaatkan segenap potensi diri untuk meraih apa yang kita inginkan dalam hidup dan untuk membantu orang lain. ................................................................................
  3. Belajar Mengendalikan Diri. Ini adalah mata pelajaran penting yang tak boleh disepelekan. Pengendalian diri memungkinkan kita untuk tetap bersikap tenang menghadapi situasi dan kondisi sesulit apapun. Kemampuan ini akan membuat kita lebih percaya diri. .....................................................................................................................................................
  4. Belajar dari Pengalaman Orang Lain. Meskipun pengalaman pribadi adalah guru yang baik, namun orang yang bijak belajar dari pengalaman orang lain. Kita pelajari bagaimana 'mereka' bisa berhasil meniti karir sampai ke puncak sukses, bagaimana 'mereka' bisa tetap optimis dimasa krisis, bagaimana 'mereka' bisa memaafkan orang yang mengkhianati mereka, bagaimana 'mereka' mendisiplin diri, dsb. ....................................................................................................................................
  5. Belajar dari Kegagalan. Daripada larut dalam perasaan frustasi yang berkepanajangan, lebih baik kita renungkan pelajaran apa yang bisa kamu petik dari kegagalan dan kesalahan yang kita lakukan. Ingatlah bahwa kegagalan hanyalah suatu proses yang kita alami utuk menjadi lebih baik dan bukan bencana. ................................................................................................
  6. Belajar Hidup Bersama Orang Lain. Belajar menghargai keyakinan orang lain, belajar menyelesaikan konflik tanpa ada pihak yang merasa dikalahkan, belajar memotivasi orang lain, belajar bekerjasama dengan orang lain sebagai satu tim yang kompak, dsb. Pelajaran ini sangat berguna tidak saja di dunia kerja dan bisnis, tapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari. ................................................................................................................
  7. Belajar untuk Terus Meningkatkan Iman dan Ketakwaan Kita Kepada Sang Khalik Langit dan Bumi, Tuhan yang Maha Kuasa Sesuai dengan Keyakinan Kita. Ini akan memperkaya kehidupan spiritual kita dan berdampak positif bagi kesehatan jiwa kita. .........................................................................................................................................
  8. Belajar Mengerti Prinsip-prinsip Kehidupan yang Berlaku Universal dengan Cara Membuktikannya. Kita buktikan sendriri bahwa mengampuni itu lebih baik daripada membenci, pikiran yang positif membuat hidup lebih bergairah daripada pikiran yang negatif, dsb. ...........................................................................................................................
  9. Belajar Mempraktikkan Apa yang Sudah Kita Pelajari, Agar Kita Tidak Menjadi Orang yang Teoritis. Kita mulai mempraktikkan disiplin pribadi, mulai menghargai orang lain, mulai berani mengambil risiko yang sudah diperhitungkan, mulai mewujudkan mimpi-mimpi kita, mulai menabung, mulai bersikap jujur, mulai berolahraga, dsb. Hanya dengan usaha yang terus-menerus, pengetahuan yang kita kuasai akan menjadi harta yang memperkaya hidup kita. .................................................................................................
  10. Gali Sumber Pelajaran dari Orang-orang di Sekeliling Kita, Dari Kejadian-kejadian yang Kita Alami, Dari Majalah, Dari Buku, Dsb. Banyak sekali yang bisa kita alami dan pelajari dalam hidup ini, sehingga kita tidak perlu bingung bagaimana mengisi waktu kita yang sangat berharga dalam hidup ini. Dengan wawasan yang luas, kita akan menjalani hidup dengan lebih bijak, lebih terhormat, dan lebih bergairah. *** .......................................................................................................................................
===***