Kalau kita merasa bernasib kurang baik, sering mengalami kegagalan dan kemalangan….Kalau kita merasa hidup seperti dalam belenggu, sehingga tidak bisa melakukan apa yang seharusnya kita lakukan…
inilah saatnya untuk
MENGUBAH NASIB KITA!
- Percayalah bahwa kita punya potensi untuk mengubah atau meperbaiki nasib kita. Dalam setiap agama diajarkan bahwa Tuhan akan membantu umat-Nya mengubah nasib kalau mereka mau berusaha mengubahnya. Masalahnya apakah kita mau dengan sungguh-sungguh memperbaiki nasib kita atau tidak. Sekedar merenungi dan menyesali nasib yang kurang baik tidak akan membuat perubahan apa-apa. Begitupun hanya berharap dan bermimpi keadaan akan berubah, mungkin hanya akan menambah rasa frustasi. ............................................................................................................................................
- Sadarilah, bahwa banyak nasib buruk yang kita alami sebenarnya akibat dari perubuatan kita sendiri. Seperti kata pepatan yang sangat terkenal, “KEBIASAAN menentukan SIFAT, SIFAT menentukan KARAKTER, dan KARAKTER menentukan NASIB”. Mungkin saja nasib buruk yang kita alami adalah akibat kecerobohan, kemalasan, sifar keras kepala, tidak jujur, mudah tersinggung, dsb. ..............................................................................................................................................
- Ingatlah selalu bahwa yang terpenting bukan “MENGAPA NASIBKU SEBURUK INI?”, tetapi “APA YANG DAPAT KUPERBUAT UNTUK MEMPERBAIKI NASIBKU?”. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi. Jangan mencari kambing hitam untuk disalahkan sebagai penyebab nasib buruk kita. Tidak ada gunanya menyalahkan situasi dan orang lain, karena semuanya bersumber dari dalan diri kita sendiri. ................................................................................................................................................
- Kenalilah dengan jelas dan terperinci nasib buruk yang ingin kita ubah, dan apa yang kita inginkan. Mungkin, suatu misal, selama ini prestasi kerja kita sangat payah dan kita ingin lebih berprestasi. Mungkin selama ini kita mengalami krisis ekonomi yang parah dan ingin lebih sejahtera secara finansial. Mungkin juga, selama ini kondisi tubuh kita sangat buruk dan kita ingin hidup lebih sehat dan bugar. Mungkin selama ini kita merasa frustasi karena selalu mengalami kegagalan dan ingin meraih keberhasilan. Mungkin selama ini kita tertekan oleh perasaan minder dan ingin menjadi peracaya diri. Maka, saatnya kini, kita berusaha untuk meninggalkan “NASIB BURUK” yang memasung hidup kita, yang membuat kita tidak bisa mensyukuri hidup, yang membuat kita merasa terbelenggu dan tidak bebas mengekspresikan diri. ...................................................................................................................................................
- Tulislah langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan. Kita mulai dari langkah-langkah mudah yang bisa segera kita lakukan. Misalnya, menemui orang yang tepat untuk menceritakan masalah kita, mulai berolahraga, mulai mengatakan hal-hal yang positif pada diri sendiri, dsb. Kalau sudah berhasil melakukan langkah-langkah sederhana, kita tingkatkan pada langkah-langkah yang lebih sulit dan lebih penting. ...................................................................................................................................................
- Setelah mengetahui apa yang ingin kita ubah dan sudah menetapkan apa yang akan kita lakukan, selanjutnya kita bulatkan tekad utuk mulai memperbaikinya. Kita kerahkan segala daya dan potensi kita untuk medobrak tembok-tembok nasib buruk yang memenjarakan diri kita selama ini. ....................................................................................................................................................
- Mintalah bantuan sahabat, keluarga, atau siapapun yang kita percayai untuk memantau perkembangan dan memotivasi diri kita untuk terus maju. Jangan takut bersikap terbuka kepada orang-orang yang bisa membantu kita. ......................................................................................................................................................
- Sementara kita berusaha mengubah nasib dengan berbagai upaya yang sudah direncanakan, tetaplah fokus pada tujuan akhir. Jangan biarkan kekecewaan atau hambatan apapun merubah tujuan kita tersebut. Maju terus pantang mundur. Perubahan yang akan terjadi sangat bergantung pada keseriusan perjuangan dan daya tahan kita sendiri. ....................................................................................................................................................
- Perubahan nasib adalah suatu proses yang seringkali terasa lambat dan tidak tampak. Bila kita bisa meikmati semua usaha kita, maka kita bisa mensyukuri setiap perubahan sekecil apapun, sehingga tanpa kita sadari lambat laun nasib kita betul-betul sudah berubah. Kita tidak lagi sama, sebab ketika nasib kita berubah, hidup kita-pun juga berubah. ..................................................................................................................................................
- Serahkanlah semua usaha dan perjuangan kita kepada Tuhan melalui doa. Berdoalah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keyakinan kita masing-masing. Ingatlah bahwa kita hanya melakukan apa yang harus kita lakukan sebagai masusia, tetapi selebihnya kita berserah diri kepada Tuhan melakukan kehendak-Nya untuk kita. ......................................................................................................................................................
No comments:
Post a Comment